Tanah sudah tak lagi menjadi tanah sudah banyak sampah plastik menumpang di tubuhnya
Daun daun sudah kuning lelah menopang tubuhnya sendiri, padahal jelas jijik jika harus sama sama berbaring di samping plastik plastik yang matinya tidak berguna sama sekali, hanya merusak saja bisanya , merusak pandangan juga merusak aroma tanah yang selalu di ceritakan ibu mereka bahwa tanah lah tempat terakhir terbaik untuk bangsanya
Bukan kah itu hal biasa?
Sudah menjadi alasan yang sederhana malah
Yaa sesederhana koruptor meminta maaf telah buncit perutnya oleh uang rakyat
Yaa semuanya perkara waktu saja
Mau di jadikannya apa kita nanti , seakan menebak-nebak padahal jelas sudah tau esok kita mati.
Jumat, 03 Maret 2017
"tanah"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar